Gunakan Tempat Terbaik ini Untuk Bisnis Jualan Online Anda

Bisnis jualan online yang bagaimanakah yang paling menghasilkan? Apakah bisnis jualan online yang dibuka menggunakan Website atau jualan online yang dibuka di Marketplace?

Itulah pembahasan tempat yang saya maksudkan. Karena baru-baru ini pergerakan bisnis jualan online individu sangat gencar dan terus bertumbuh.

Banyak brand lokal Indonesia yang sudah menggunakan toko online sendiri dalam proses penjualan produk-produknya.

Tapi bagaimana jika ternyata anda sekarang sedang merintis bisnis online menggunakan Marketplace?

Mari kita bahas disini. baca sampai selesai ya..

Website VS Marketplace



Emang apa bedanya mas vroh antara bisnis jualan di Website dan Marketplace. Lebih menguntungkan menggunakan yang mana nih untuk bisa sukses jualan online?

Pertanyaan seperti itulah yang akan banyak muncul di otak bagian polo para calon pelaku bisnis jualan online seperti anda.

Okey, saya tahu anda galau soal ini. Kadang jika ternyata anda sudah mulai bergerak untuk berjualan online baik menggunakan website atau marketplace, akan selalu ada perasaan gamang yang menggoyahkan semangat karena barang yang dijual ternyata susah lakunya.

Tapi terlepas dari perasaan itu, bisnis jualan online menggunakan keduanya merupakan hal sangat baik untuk dijalankan bersama.

Karena keduanya akan saling mendukung satu sama lain. Setelah itu yang dibutuhkan hanyalah kesabaran dan doa secara terus menerus. Juga banyak-banyaklah Istighfar agar rezeki jadi lancar.

Karena istighfar akan mengurangi dosa, karena mungkin saja kita masih banyak dosa, maka rezeki agak seret. Istighfarlah...

Salah tempat nih saya ceramah disini. Hehe, maaf.

Disini kita akan mengarah ke pengertian masing-masing model jualannya. Bukan memilih salah satu yang terbaik diantara keduanya ya. Tapi agar lebih jelas, saya akan membahas masing-masing caranya, simak terus penjelasannya dibawah ini.

Tau Marketplace? Pasti udah tau lah ya. Tapi mari kita bahas lebih dalam lagi soal istilah ini.

Eits, tapi bukannya saya mau mengajari manteman dengan berlagak sok pinter ya, karena dasarnya emang udah pinter kok. Hehe.

Marketplace itu ibarat pasar, jika diartikan plek dalam bahasa Indonesia artinya kan "tempat pasar" jadi pasar dalam istilah bisnis online di istilahkan dengan nama "Marketplace".

Sama persis kondisinya dengan pasar tradisional pada umumnya. Iya pasar yang biasanya kita lihat ibu-ibu jual beli disana.

Ada sayur, ada daging, ada bahan kebutuhan pokok lainnya yang biasanya dijual disana.

Namun yang membedakan adalah Marketplace adanya didunia maya. Didunia online dengan sistem yang sedikit agak berbeda dengan pasar didunia nyata.

Tapi disana kita juga bisa membuka lapak layaknya lapak ibu-ibu penjual sayur atau daging tadi.

Lapak yang dibuka di Marketplace itu nantinya juga akan bersaing dengan pelapak lainnya yang membuka produk jualan yang sama.

Namanya juga pasar, persaingan akan sangat ketat sekali disini. Layaknya pasar tradisional para pedagang akan banting-bantingan harga agar produknya laku.

Di Marketplace sistem transaksinya menggunakan pihak ketiga, yaitu dari pihak Marketplace itu sendiri.

Jika biasanya ibu kita membeli daging bayarnya langsung kepenjual daging, di Marketplace jika kita membeli daging maka bayarnya ke Marketplace nya dulu, kemudian baru diberikan kepedagang dagingnya.

Pihak Marketplace lah yang akan menjembatani transaksi antara pembeli dan pedagang. Agar aman dan saling diuntungkan nantinya.

Pembeli merasa aman, penjual merasa barangnya cepat laku dan pihak Marketplacepun senang. Dan akhirnya happy ending deh.

Lah mas, pihak Marketplacenya ngambil untungnya dari mana?

Mungkin ada pertanyaan seperti itu terlintas dipikiran manteman.

Dan jawabannya adda ajjah!

Udah deh itumah urusannya si Marketplace. Banyak sekali keuntungan yang mereka dapat yang gak mungkin saya jelaskan disini.

Kitamah nanti tugasnya mikirin bagaimana caranya agar barang kita laku nantinya di Marketplace. Fokus ya.

Udah agak mudeng kan definisi tentang Marketplace? Semoga deng ya.


Marketplace di Indonesia

Di Indonesia sendiri sudah banyak Marketplace yang mengklaim dirinya paling baik, paling jujur, paling original, paling ramai dan lain sebagainya agar menang dipersaingan merebutkan posisi pertama dibenak masyarakat.

Marketplace yang sudah terkenal diantaranya adalah:

1. Lazada
2. Tokopedia
3. Shopee
4. Blanja
5. Mataharimall
6. Bukalapak

Dan banyak lagi yang sekarang sedang gencar-gencarnya iklan diberbagai media bahkan media tv untuk merebutkan posisi nomor satu.

Tanpa disadari persaingan antar perusahaan segede Marketplace pun sangat ketat. Apalagi persaingan para member dan konsumen didalamnya. Pasti persaingannya lebih WOW lagi.

Yang disebutkan diatas masih Marketplace yang asalnya dari Indonesia, belum lagi Marketplace asing yang mulai merambah pasar Indonesia. Dahsyat kawan!

2. Jualan Online di Website

Mempunyai website sendiri untuk bisnis jualan online merupakan kebanggaan tersendiri dalam menjual produk kita di internet.

Jualan online di website lebih menekankan kepada kepercayaan terhadap nama suatu produk yang biasa kita sebut merek.

Berbeda dengan menjual produk di Marketplace, menjual produk diwebsite adalah strategi untuk meningkatkan kepercayaan terhadap nama toko ataupun nama merek suatu produk.

Lebih tepatnya, menjual produk menggunakan website khusus bagi orang-orang yang mau menjaga nama baik sebuah merek ataupun nama tokonya.

Dan juga untuk menjaga stabilitas harga produk agar tidak gendeng dijual dengan semurah-murahnya seperti di Marketplace.

Hanya orang aneh yang ingin jualan tapi tidak ada untungnya. Jualan itu ya harus ada untungnya.

Itulah persaingan edan jika kita jualan di Marketplace. Saling banting harga termurah yang penting produk laku tapi ujung-ujungnya boncos.

Disinilah kita menemukan alasan untuk bisa menggabungkan keduanya. Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, keduanya sama-sama baik untuk dijalankan secara bersamaan.

Saya akan menganalogikan bahwa jika kita sudah mempunyai sebuah website, kemudian kita ingin melebarkan sayap dengan cara membuka akun di Marketplace untuk menjual produk yang ditawarkan.

Maka pelanggan akan lebih percaya terhadap akun yang ternyata sudah mempunyai website sendiri.

Itu adalah kebenaran data. Karena calon pembeli biasanya akan mencari tahu lebih dalam tentang profil penjual di sebuah Marketplace.

Mereka akan survey terlebih dahulu dengan mencari kita di mesin pencari. Apakah bertransaksi dengan kita aman, ataukah nama kita sudah terkenal dengan tambahan kata penipu.

Itulah faktanya.

Memiliki toko online sangat powerfull untuk berjualan dalam waktu jangka panjang. 

Semakin lama umur toko online kita, akan semakin banyak yang mengenal nama toko kita. Apalagi jika produk yang dijual spesifik.

Misalnya teman anda ada yang bertanya:

"Bro, sepatunya bagus beli dimana"

"Beli online di sepatubagusbanget.com"

Langsung deh teman anda termindset jika mau beli sepatu bagus secara online ya belinya di sepatubagusbanget.com

Jika ada konsumen yang sudah membeli sekali disana, bisa dipastikan dia akan kembali lagi kapan-kapan.

Beda kasusnya jika teman anda jawabnya "Beli di Marketplace A". Pasti teman anda tidak akan mampu mengingat nama akun/ toko/ lapak di Marketplace tersebut.

Yang keinget hanya nama Marketplacenya saja, karena mereka yang lebih besar, anda disana hanya numpang menggelar lapak saja diemperan.

Anda dianggap hanya sebagai orang yang ingin mengais sedikit rezeki diemperan toko orang lain.

Tapi kabar baiknya, Marketplace place juga dibutuhkan dalam rangka untuk mendongkrak percepatan penjualan dan sumber trafik (lalu lintas) kedalam website anda kelak.

Pada akhirnya tidak masalah mau berjualan online di Marketplace ataupun di Website sendiri. Keduanya memang mantap untuk dijalankan bersamaan.

Marketplace diandalkan untuk percepatan penjualan, Website diandalkan sebagai kepercayaan. Keduanya sama-sama bisa diandalkan.

Tapi jika produk yang anda jual ingin berharga mahal namun tetap laku di Marketplace, maka mempunyai website sendiri untuk produk anda adalah solusi terbaiknya.

Saya rasa cukup sampai disini artikel yang membahas model jualan online yang akan mampu menghasilkan diantara jualan online di website  danjualan online di marketplace.

Pembahasan diatas bukanlah untuk menghakimi salah satu pihak, melainkan hanya untuk menemukan titik pertemuan keduanya untuk bisa dianggap saling membutuhkan.

Semoga bermanfaat.

Silahkan share kepada teman-teman anda agar sama-sama tercerahkan.

Lulusan IT konsentrasi E-Commerce. Memiliki minat besar terhadap perkembangan bisnis online. Hobi menulis, maka ilmu mahal pun di tulis disini.


EmoticonEmoticon