Tips Memilih Nama Perusahaan Untuk Kemudahan Strategi Pemasaran

Dulu saya pernah membaca salah satu postingan tentang kegerahan seseorang terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia yang selalu memberi nama perusahaannya yang tidak jauh dari kata: jaya, abadi, sentosa, langgeng, sukses, berkah, dan lain sebagainya.

Ditambah lagi peraturan di Indonesia memberi nama perusahaan yang akan didaftarkan setidaknya menggunakan tiga kata, misalnya PT. Jaya Sentosa Abadi dan lain sebagainya.

Sehingga perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia namanya hampir mirip. Namun kebanyakan, sama sekali tidak merefleksikan jenis usaha tersebut.


Jika kita lihat perusahaan dari luar seperti Apple misalnya, namanya ya Apple.Inc, produk yang dijual berbagai produk elektronik merek Apple.

Microsoft Corporation. Software Sistem Operasinya ya namanaya Microsoft, Dari mulai Microsoft Windows XP hingga sekarang Microsoft Windows 11.

Google.Inc. Produknya GMail (Google Email) masih nyambung kan, Google Plus, Google Maps kecuali yang hasil mengakuisisi seperti Blogger dan Youtube, itu hasil membeli dari yang sudah ada.

Mereka membuat nama perusahaan, yang produknya juga namanya sama dengan perusahaan tersebut. Bukannya nama perusahaannya ITU, produk yang dijualnya ANU.

Inilah yang terjadi pada perusahaan di Indonesia, ditambah lagi nama perusahaan akan menjadi sangat panjang ketika sudah berbentuk badan hukum seperti PT, CV dan lain sebagainya.

Nama perusahaan di Indonesia juga kebanyakan tidak mengandung kata yang berhubungan dengan produk yang dijual. Dan ketika ingin produknya menjadi terkenal, perusahaan di Indonesia akan repot-repotan membangun branding baru untuk produk mereka.

baca juga: Penting! Gunakan Personal Branding Dalam Bisnis Online

Menurut saya pribadi itu kebanyakan langkah, tidak efektif dalam mendayagunakan nama perusahaan yang sudah susah di daftarin. Tapi kemudian menjual produknya dengan nama berbeda.

Misalnya saya punya pakde, beliau punya usaha dibidang pembuatan alat musik drumband, usaha beliau sudah berbentuk CV dan nama usahanya adalah "Berkah Cahaya Abadi" (Tet Tot..!!)

Ya, mungkin maksudnya adalah do'a, karena nama adalah do'a. Saya setuju itu.

Tapi bung, please do'a tidak harus selalu ada didalam nama. Do'a itu dipanjatkan, bukan dinamakan, do'a itu diminta bukan dijadikan identitas.

Sehingga kedepannya akan susah dan repot dalam menentukan identitas diri perusahaan bersangkutan. Repot mengurus Branding perusahaan, bahkan repot mengurus Nama Domain perusahaan.

Contohnya ketika saya disuruh membuat website untuk perusahaan pakde. Saya kebingungan untuk memberi nama domain yang tepat, efisien dan mengena.

Ketika mau ngasih nama domain www.berkahcahayaabadi.com, saya pikir itu kepanjangan dan tidak bisa mencerminkan sebuah website yang didalamnya jualan alat-alat drumband.

Akhirnya saya re-brading dengan mengambil kata "berkah" dan ditambah kata "drumband" untuk nama domain perusahaan milik pakde saya tersebut sehingga menjadi www.berkahdrumband.com.

Kata berkah sudah cukup untuk bisa diingat oleh orang sebagai identitas yang diambil dari nama perusahaan, sekaligus sebagai doa juga bisa.

Kata drumband ditambahkan agar relevan dengan apa yang dijual. Dan orang pun pasti akan langsung mengerti bahwa website dengan nama domain diatas merupakan tempat memesan dan jualan alat-alat drumband.

baca juga: 6 Alasan Usaha Anda Harus Memiliki Website

Sehingga kesimpulannya, menentukan nama perusahaan sejak awal harus diperhatikan baik-baik. Pilih nama perusahaan yang akan memudahkan strategi pemasarannya di depan.

Nama produk memang tidak harus menggunakan nama perusahaan yang akan di daftarkan. Namun jika Anda adalah spesialis dalam satu produk tertentu maka mengambil langkah menyamakan semua nama adalah jalan terbaik agar mudah untuk dikenali masyarakat.

Tapi jika kelas Anda adalah kelas perusahaan Nasional, terserah Anda mau ngasih nama perusahaan yang seperti apa yang namanya juga harus mencerminkan kelas Nasional.

Misalnya nih perusahaan makanan Garudafood yang jualan jajanan dengan berbagai merek produk. Karena mereka adalah perusahaan besar yang memproduksi banyak jenis makanan ringan, maka itulah yang cocok untuk mereka.

Contoh lainnya Kalbe Farma tukang jualan obat dengan berbagai merek produk yang disesuaikan dengan penyakitnya. Penyakitnya Maag mereka buat produk ProMag, penyakitnya Diare mereka bikin produk EntroStop dan lain sebagainya.

Yang seperti itu baru kelas Nasional. Dan strategi yang dijalankannya benar-benar jitu untuk setiap masing-masing produk.

Sip ya? pikirkan baik-baik sebelum memberi nama suatu bisnis. Biar agak keren dikit jika dibaca. Tidak melulu harus ada kata LANGGENG untuk bisa langgeng bisnisnya. Oke.

Beri komentar Anda tentang ini.

Lulusan IT konsentrasi E-Commerce. Memiliki minat besar terhadap perkembangan bisnis online. Hobi menulis, maka ilmu mahal pun di tulis disini.


EmoticonEmoticon