10 Kesalahan Pemasaran Bisnis Online yang Harus Anda Ketahui

Sekilas segmen pasar dari bisnis online cukup mengejutkan karena telah menelurkan beberapa tokoh yang sukses mengambil peluang bisnis online saat ini.

Mau tahu tentang seberapa kerennya bisnis online diseluruh dunia? Statistik menunjukan bahwa pembelian secara online terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016 dimana bisnis online sudah mulai matang, mengalami peningkatan sebesar 45% dari tahun-tahun sebelumnya.

Dan diperkirakan pada tahun 2019 saja, angka penjualan  bisa mencapai sebesar $500 miliar atau sekitar 7,5 Triliun rupiah. Wow, itu jumlah uang yang sangat sangat banyak sekali.

Namun dibalik hingar bingarnya bisnis online, akan selalu ada pihak yang gagal dalam menjalankan bisnis online mereka karena berbagai faktor yang ada. Meskipun ternyata, mereka sudah mengupayakan segala daya dan upaya dalam meningkatkan kehadiran bisnis mereka di pasar.

Dan dimanakah letak kesalahan tersebut?

Berikut ini saya sudah merangkum tulisan yang dilansir dari thenextcoop, daftar kesalahan yang sering diabaikan oleh para pebisnis online.


1. Tidak Merencanakan Tujuan Jangka Panjang, Hanya Fokus Pada Tujuan Pendek 

Pelaku bisnis online ditahap awal mereka akan rela menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan pelanggan. Berbagai cara mereka lakukan agar ada orang yang mau beli produk dari mereka.

Tanpa mau menyisihkan modal untuk keperluan lain seperti membangun "trust" pada benak pelanggan, mereka akhirnya akan terbawa arus dan mulai kehilangan arah tujuan jangka panjang dan hanya memikirkan keuntungan seketika dalam jangka pendek.

baca juga ini: Cara Lariskan Toko Online Dalam Jangka Panjang

2. Meniru Sistem Pesaing 

Sudah bukan rahasia jika seorang pebisnis online akan melihat dan mengawasi apa yang sedang dilakukan oleh pesaingnya. Itu adalah cara bagus untuk belajar dan menemukan cara yang lebih baik baginya.

Tapi hati-hati, kebanyakan dari mereka sering terjebak dalam lingkaran sistem pesaing yang membuat mereka akhirnya meniru cara yang dilakukan oleh pesaing.

Dan itu tidak bagus, seharusnya Anda cukup hanya belajar dan berimprovisasi tentang cara yang mereka lakukan. Selebihnya Anda harus mempunyai strategi pemasaran sendiri.

3. Terlalu Banyak Masukan Untuk Hal Pemasaran

Akan ada banyak pendapat bagus tentang cara memasarkan produk Anda, namun begitu, tidak semua harus Anda didengarkan bukan?

Justru mendengarkan terlalu banyak masukan akan menghambat proses pemasaran Anda. Sebaiknya hanya percaya kepada orang yang sudah Anda tunjuk sebagai ahli dalam bidang pemasaran.

Selebihnya Anda akan fokus terhadap model produk, harga produk, layanan konsumen dan kebijakan aturan pengembalian produk yang cacat.

4. Salah Dalam Memilih Saluran Pemasaran

Saluran pemasaran dalam bisnis online sudah sangat praktis dan simpel untuk dikerjakan. Tidak seperti bisnis konvensional, Anda tidak perlu membayar mahal organisasi lain ketika ingin produk Anda sampai ke tangan konsumen.

Tapi biar pun begitu, Anda harus tepat dalam menggunakan saluran pemasaran secara online, akan lebih baik jika semua dimanfaatkan untuk memilih hasil terbaik pemasaran online Anda.

Fungsinya mencari tahu siapa audiens atau target market Anda, baru kemudian Anda fokus dan gencar melakukan promosi kepada mereka secara intense.

5. Gagal Mengelola Promosi Diskon dan Kode Kupon

Buat apa beli secara online jika harganya sama dengan toko yang ada dikota si pelanggan, karena sebenarnya mereka mau membeli secara online agar mereka bisa menyisihkan uang untuk ditabung.

Dan disitulah peranan diskon dengan menggunakan kupon yang secara otomatis akan memangkas harga jual. Dan calon pembeli akan tertarik untuk beli.

Namun kebanyakan dari toko online tidak memainkan peranan kode kupon seperti ini, dan ada juga yang sudah memanfaatkannya tapi tidak mempunyai kinerja baik karena sistem yang mereka pakai tidak jelas dan rumit.

Sebaiknya pelajarilah sistem manajemen kupon sebaik mungkin, karena ini sangat berpengaruh dalam membantu pemasaran produk yang Anda jual.

6. Perfeksionis Terhadap Merek

Citra sebuah merek memang harus dipikirkan dengan sebaik mungkin semenjak awal. Namun jika citra merek sudah ditentukan dan sudah mulai dikenal, maka jangan pernah sekali-kali berpikiran untuk mengubah citra merek Anda tersebut.

Citra merek tidak hanya menyangkut masalah nama saja, termasuk logo, ciri khas warna, bentuk teks bahkan strategi, semua itu tidak mungkin bisa Anda rubah dalam waktu yang cepat.

Yakinkan saja diri Anda bahwa semua yang sudah Anda tentukan sebelumnya merupakan hal yang akan mudah diterima oleh pelanggan. Sehingga Anda akan terhindar dari hal yang akan membuang uang dan waktu berharga Anda.

Melakukan hal tersebut akan membuat bingung pelanggan  Anda yang bisa membuat mereka pergi dan mencari merek lainnya.

Hindari melakukan perbaikan merek secara frontal dengan cara berpromosi berlebihan tentang citra merek Anda yang baru. Karena pelanggan nantinya akan muak dan meninggalkan Anda dengan cepat.

7. Tidak Membuat Konten Berkualitas

Salah satu strategi paling ampuh dalam menarik pelanggan di bisnis online yakni dengan menghadirkan tulisan yang menceritakan solusi atas permasalahan target pasar Anda.

Namun sayangnya, kebanyakan dari pelaku bisnis online tidak menjalankan strategi ini sebagai bentuk pemasaran jangka panjang.


Karena konten berkualitas tidak saja membantu posisi merek Anda menjadi terkenal, namun juga akan mendorong banyak penjualan kedepannya.

Sehingga biasakan membuat sebuah konten yang menyangkut permasalahan target market Anda, buatlah tulisan yang penuh dengan perhatian terhadap masalah yang sedang mereka hadapi, bukan hanya tulisan-tulisan promosi yang frontal dan terkesan menjuali.

8. Blog Bisnis Anda Menjelma Menjadi Situs Berita

Diatas sudah dijelaskan bahwa Anda harus bisa membuat suatu tulisan berkualitas. Biasanya tulisan tersebut akan ditampung kedalam sebuah blog bisnis Anda.

Namun Anda jangan terlalu keasikan membuat konten berkualitas tanpa unsur promosi sama sekali. Karena beberapa blog sebuah perusahaan sering kehilangan arah dan tidak fokus terhadap konversi.

Blog mereka tiba-tiba hanya menjadi sebuah situs berita saja yang menampilkan bacaan tentang informasi-informasi saja.

Seharusnya ide diadakannya blog untuk bisnis Anda yaitu untuk menyampaikan suatu permasalahan dimana permasalahan tersebut merupakan kendala yang selama ini dialami oleh pelanggan Anda.

Kemudian diakhir cerita, Anda akan memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan produk yang Anda jual kepada pelanggan.

Dengan menunjukan rasa simpati terhadap permasalahan pelanggan, maka secara otomatis pelanggan akan tertarik dengan penawaran yang Anda lakukan.

Bukannya blog untuk menyebarkan berita apa saja yang bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan produk yang sedang Anda jual.

9. Target Bukan Hasil Pelacakan

Dalam bisnis online, Anda bisa mencari taget pasar dari berbagai lalu lintas yang ada di internet. Anda bisa mencari target pasar di media sosial seperti Facebook dan lain sebagainya.

Namun ada juga yang tidak mengetahui cara yang tepat dalam menjaring target pasar melalui media sosial tersebut yang hanya akan berujung pada pemborosan pembayaran.

Disini tugas Anda untuk menghindari pemborosan yang akan mengakibatkan usaha Anda gulung tikar dengan cara mencari target yang lebih spesifik dari hasil pelacakan Anda selama ini.

Cari target market yang memang benar-benar sedang mencari produk yang Anda tawarkan. Lebih detail lebih baik, dan itu bisa Anda lacak dengan berbagai cara termasuk dengan mendapatkan email pelanggan. Sehingga Anda bisa menjalankan strategi Call To Action yang lebih efektif dan berjangka panjang.

10. Mengabaikan Manajemen Reputasi Online

Brand atau merek Anda tidak bisa lepas dari yang namanya pandangan buruk orang lain. Walaupun Anda sudah sebaik mungkin menjaga reputasi bisnis Anda, dunia bisnis online terlalu luas bisa menghindar dari yang namanya reputasi buruk.

Seperti adanya komentar-komentar yang tidak baik dengan menjelek-jelekkan produk Anda, adanya berita hoax tentang produk Anda dan lain sebagainya.

Anda tidak bisa mengendalikan hal-hal tersebut agar tidak terjadi. Karena pendapat orang lain atau bahkan pesaing akan terus mencoba untuk menjatuhkan bisnis Anda.

Namun Anda juga tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Anda bisa melawan balik dengan cara-cara yang telah disusun oleh portal berita ekonomi ini disini.

Sehingga Anda bisa meminimalisir kejatuhan nama baik bisnis online yang sedang Anda bangun tersebut.

Kesimpulannya, Pada tahap awal, dengan menghindari 10 kesalahan pemasaran bisnis online diatas, Anda berarti sudah memastikan bahwa bisnis online Anda akan sukses untuk jangka panjang. Dan akan tetap eksis hingga tahun-tahun mendatang.

Semoga bermanfaat, jangan sungkan ya untuk memberikan komentar Anda dibawah.

Lulusan IT konsentrasi E-Commerce. Memiliki minat besar terhadap perkembangan bisnis online. Hobi menulis, maka ilmu mahal pun di tulis disini.


EmoticonEmoticon